Perencanaan Desa Berbasis Data dan IT: Pengalaman Desa Logandu

(Koordinator Sekolah Kepemimpinan Desa)

Dokumentasi Kegiatan Perencanaan Desa Berbasis Data dan IT: Pengalaman Desa Logandu

Penyusunan perencanaan pembangunan merupakan tahapan yang paling mendasar dan menjadi faktor utama dalam siklus pembangunan. Keberhasilan pembangunan saat ini dipengaruhi oleh kualitas perencanaan itu sendiri. Ada beberapa poin penting yang harus dipenuhi untuk dapat memperoleh perencanaan yang baik, antara lain:
  1. Kejelasan permasalahan yang dihadapi,
  2. Berapa dan siapa pihak-pihak yang terdampak,
  3. Apa potensi dan sumberdaya yang dimiliki,
  4. Berapa pemanfaatnya,
  5. Sejauhmana kemanfaatannya,
  6. Apakah perencanaan yang disusun akan mampu menjawab permasalahan yang ada, dan
  7. Seberapa penganggaran yang dimiliki.
Pentingnya Data dan Tuntutan IT
Saya yakin masih ada beberapa poin lagi yang harus dipenuhi. Namun dari itu semua, yang ingin saya sampaikan di sini adalah peran data merupakan hal terpenting untuk menjawab itu semua. Dengan data kita bisa lebih objektif dan lebih terarah dalam menyusun perencanaan. Untuk menjawab itu semua, maka desa wajib dan harus mempunyai data riil yang ada di desa, meliputi kewilayahan, kependudukan, sosial-budaya, ekononi dan hal-hal yang menyangkut hajat hidup masyarakat  yang ada di desa. Kalau kita melihat ruang lingkup desa, sebetulnya dari dulu desa sudah mempunyai tenaga dan kelengkapan lembaga yang jika difungsikan dan dapat berfungsi, itu sudah mampu untuk menjawab ketersediaan data desa. Mengenai kewilayahan dan kependudukan, ada RT/RW dan Kepala Dusun. Yang menyangkut keluarga dan wanita, ada PKK. Data terkait kepemudaan dan generasi muda, ada Karangtaruna dan lain sebagainya. 

Di sisi lain, pada setiap kurun waktu tertentu desa juga melakukan pendataan, misal yang berkaitan dengan kondisi keluarga dan kemiskinan desa, ada TKP2KDes. Belum lagi pendataan kader kesehatan, pertanian, dan peternakan yang itu dilakukan secara berkala. Namun seperti apakah kondisi data desa saat ini?

Seiring dengan kemajuan teknologi, desa juga dituntut cepat, tepat, dan akurat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Desa, perangkat desa dan masyarakatnya, dituntut untuk bisa berkontribusi dan bergerak mengikuti perkembangan zaman.

Implementasi Inovasi Desa
Inovasi dalam Bahasa Inggris disebut innovation. Inovasi dalam definisi yang luas dapat diartikan sebagai proses dari hasil pengembangan pemanfaatan pengetahuan, keterampilan dan pengalamanm baik secara individu maupun kelompok untuk menciptakan atau memperbaiki sebuah produk. Itu dapat berupa barang atau jasa yang dapat memberikan nilai tambah, baik dalam bidang infrastruktur, sumberdaya manusia, ekonomi dan sosial budaya.

Pengertian inovasi desa adalah proses pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang dipetik dari hasil kerja desa dalam melaksanakan pembangunan desa, baik yang sudah ada maupun terbaru dalam bentuk barang atau jasa yang dapat memberikan nilai tambah secara berkelanjutan. Itu dapat berupa pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumberdaya manusia, ekonomi dan sosial budaya.

Artinya, banyak hal yang bisa dilakukan dan masuk dalam ruang lingkup inovasi desa. Berangkat dari itu semua, Desa Logandu Kecamatan Karanggayam sedang belajar untuk melakukan inovasi desa terkait dengan perencanaan dan penyusunan RPJMDesa yang berbasis data dan IT. Nah bagaimana wujudnya?

Menurut saya, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan, yaitu:
  1. Mulai dari musyawarah dusun, setiap peserta yang hadir harus menyiapkan data masalah yang dihadapi atau yang terjadi di sekitarnya,
  2. Saat lokakarya desa, data warga disandingkan dengan data yang desa miliki,
  3. Untuk pemanfaatan IT saat diskusi kelompok, setiap kelompok langsung menggunakan laptop (disediakan, pinjam, atau membawa),
  4. Hasil diskusi bisa langsung dimonitor oleh Tim Pokja.

Itulah sekelumit pengalaman kami. 
Semoga ada manfaatnya. 

Salam.

Tidak ada komentar untuk "Perencanaan Desa Berbasis Data dan IT: Pengalaman Desa Logandu"