Pembelajaran Perdana Sekolah Kepemimpinan Desa: Menjadi Kepala Desa Sukses dan Melegenda

Gambar Sekolah Kepemimpinan Desa
Sekolah Kepemimpinan Desa


Informasi Ringkas
  • Tempat : Panjer
  • Hari : Sabtu, 14 September 2019
  • Waktu : Pukul 13.00 – 17.00 WIB
  • Peserta : 15 orang (kepala desa, perangkat desa, dan umum)
  • Fasilitator : Drs. Ach Djunaidi

Sekolah Kepemimpinan Desa 1.1

A. Pendekatan dan Metode
Pendekatan pembelajaran diisi oleh semua peserta mengingat mereka adalah narasumber. Sementara itu, pemateri (Drs. Ach Djunaidi) berperan sebagai fasilitator, moderator dan pengarah tanpa harus membuat kesimpulan sendiri atau justru menggurui peserta. Selain itu, metode yang digunakan ialah pemaparan maksud, tujuan, dan arah yang disampaikan secara dialogis menggunakan tanya-jawab dan pemyimpulan bersama.

B. Inti Materi
  1. Pembahasan dimulai dari diskusi tentang fungsi negara sebagai pelindung sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Fungsi dan asas ini dibahas dan diperinci dalam konteks membangun desa yang dipimpin oleh kepala desa.
  2. Penjabaran perlindungan kemudian diturunkan menjadi “ruh” Undang-Undang Desa yang mencakup definisi pemberdayaan dan asas-asasnya.
  3. Dari hasil diskusi muncul kesimpulan bahwa tugas kepala desa ialah menjalankan fungsi kepemerintahan, kemasyarakatan, dan pembangunan yang bermuara pada kemandirian desa dan kesejahteraan warganya.
  4. Hal tersebut berimplikasi pada peran kepala desa yang berdasarkan hasil diskusi ialah 1) sebagai pemimpin; 2) sebagai pelayan; 3) sebagai manajer; dan 4) sebagai administrator. Keempatnya dijabarkan dari fungsi utama perlindungan mulai dari hak-hak dasar hingga pada pertumbuhan dan pengembangannya.
  5. Tugas kepemerintahan dijabarkan menjadi tugas kewenangan, asal-usul, perbantuan dan pemberian sesuai dengan Undang-Undang Desa. Ini dipertegas  melalui diskusi tentang dasar kewenangan dan pemberian/pembantuan, sekaligus merinci masing-masing dan memberi contoh mulai dari perencanaan dan pertanggungjawabannya.
  6. Tugas kepala desa tinggal mengikuti aturan perundangan yang berlaku (Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis). Maka bila seorang kepala desa telah melaksanakan ini, kepala desa tersebut baru memperoleh 50%. Itupun kalau dilaksanakan sesuai proses dan ketepatan konten dan waktunya. Materi-materi teknis tersebut kemudian dijabarkan melalui diskusi pada pertemuan mendatang tentang bagaimana pelaksanaan tugas kepala desa.
  7. Tugas kemasyarakatan ialah tugas yang melekat pada desa yang sifatnya khusus, lokal, dan incidental. Sebenarnya tugas inilah yang menjadi ujian karena yang paling mudah mendapatkan penilaian warga, seperti menangani permasalahan warga, masalah konflik rumah tangga, batas tanah, hak kepemilikan, utang-piutang, dan lain sebagainya. Tugas inilah yang dirasa paling berat karena tidak ada petunjuknya. Kebetulan ada dua peserta yang merupakan Kepala Desa Candi Kecamatan Karanganyar dan Kepala Desa Logandu Kecamatan Karanggayam. Dua kepala desa tersebut menyimpulkan bahwa keduanya sukses untuk membangun komunikasi/keterbukaan karena inti kepemimpinan itu ialah komunikasi, kesetaraan, dan pengakuan. Mereka juga sering mendatangi warga (ngendong) untuk mendengarkan apa maunya warga dan apa yang mau diperbuat pemerintah desa, sekaligus untuk meminta dukungan dari warga. Menurut dua kepala desa tersebut, jangan sampai kepala desa memegang uang. Semua uang harus dipercayakan pada perangkat sesuai tupoksinya, sementara tugas kades ialah memilih, meyakinkan, mengontrol, dan memberi bantuan bila ada perangkat desa yang menghadapi masalah.
  8. Semua peserta sepakat bahwa dengan menaati semua aturan yang ada akan berdampak pada keadaan aman, nyaman, dan selamat. Kepala desa harus terus-menerus belajar karena semua sedang dalam fase berkembang. Kepala desa juga harus menjadi teladan dan contoh sebagaimana filosofi Jawa, yaitu “Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani”, yang dilakukan secara sabar, tekun, konsisten, dan hati-hati dengan mengedepankan prinsip kekeluargaan.
  9. Contoh tugas yang teknis, tetapi prinsip ialah masalah tanah yang harus diurus secara hati-hati dan tata. Kalau tugas ini dilakukan dengan baik, kepala desa bisa dikatakan sukses 75%.
  10. Tugas pengembangan dan pertumbuhan yang diperankan kepala desa pada intinya ialah menaikkan pendapatan desa dan menggerakkan ekonomi warga. Ini dapat dicapai melalui upaya mencari potensi dan membangun BUMDesa, serta menjalankan program-program yang visioner/strategis dimana diskusi yang lebih rinci akan dibahas pada pertemuan berikutnya.
  11. Pertemuan selanjutnya akan membahas kasus warga dan cara mengatasinya dengan pemateri ialah mereka yang pernah atau sedang menangani kasus-kasus kemasyarakatan.
  12. Pertemuan ditutup dengan menyepakati pertemuan di Panjer dengan materi tentang legal drafting desa. Untuk kecamatan yang memiliki lebih dari 5 desa sebagai peserta, dapat mengadakan kegiatan pembelajaran di masing-masing kecamatan dengan jadwal yang dirembug pada pertemuan berikutnya.

C. Pertemuan Terdekat
Tempat : Panjer
Hari : Sabtu, 12 Oktober 2019
Waktu : Pukul 13.00 – 17.00 WIB
Fasilitator : Drs. Ach Djunaidi

Sekolah Kepemimpinan Desa 1.2
Sekolah Kepemimpinan Desa 1.3
Sekolah Kepemimpinan Desa 1.4
Sekolah Kepemimpinan Desa 1.5
Sekolah Kepemimpinan Desa 1.6

Tidak ada komentar untuk "Pembelajaran Perdana Sekolah Kepemimpinan Desa: Menjadi Kepala Desa Sukses dan Melegenda"